MatahariMall.com : Differensiasi Dalam Era Persaingan E-Commerce yang sangat kompetitif
ABSTRAK
Tujuan
dari artikel ini adalah memberikan wawasan kepada publik tentang model bisnis
baru yang ditawarkan oleh Matahari
Departement Store berbasis internet, www.mataharimall.com. Model bisnis berbasis internet mulai marak mulai
beberapa tahun ini, yang kita sebut sebagai E-Commerce.
mataharimall.com sebagai pemain baru di Dunia E-Commerce menawarkan model berbelanja secara online dengan
strategi yang berbeda dengan kompetitor lain di bisnis E-Commerce. Dengan model Online
to Offline (O2O) memberikan kebebasan kepada konsumen untuk memesan barang secara
online di www.mataharimall.com dengan tawaran pilihan pengambilan dan pembayaran barang
secara tunai di Matahari Mall terdekat. Dengan keberadan Matahari Departement Store secara offline dan online www.mataharimall.com diharapkan dalam
lima tahun ke depan menghasilkan USD 25 miliar (Rp. 322 Triliun) yang mana 20%
berasal dari penjualan online. Metode
pengumpulan data menggunakan studi pustaka yaitu: artikel, blog dan website dari mataharimall.com. Data yang
didapat dicari kebenarannya dan dianalisa
yang kemudian dituangkan dalam paper ini.
PENDAHULUAN
Perkembangan
teknologi informasi sangat dramatis dalam beberapa tahun terakhir ini telah
membawa dampak transformational pada berbagai aspek kehidupan, termasuk di
dalamnya dunia bisnis. Modern ini mulai bermunculan bisnis yang berbasis
internet dan teknologinya. Salah satu bisnis yang berbasis internet adalah E-Commerce yang merupakan salah satu
konsep yang cukup berkembang dalam dunia internet. Penggunaan sistem ini sebenarnya
dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, produsen maupun penjual
(retail). Konsep berbelanja online (online shopping) menyediakan banyak
kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep berbelanja yang
konvensional. Selain proses transaksi menjadi lebih cepat, berbelanja online menyediakan hampir semua barang
yang dijual secara lengkap dengan harga yang relatif lebih murah ketimbang
berbelanja secara konvensional.
Perkembangan
teknologi memberikan dampak pada perubahan nilai-nilai yang ada di masyarakat. Tejadi
pergeseran akan nilai budaya dan adat ketimuran seperti di Indonesia. Sekarang ini,
dapat kita rasakan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap
nilai-nilai kebudayaan yang dipegang oleh masyarakat, baik masyarakat perkotaan
maupun pedesaan (modernisasi). Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan
telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota,
namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya,
segala informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah
di akses oleh masyarakat. Dampak positif seperti kemudahan dalam berkomunikasi
lewat telepon seluler atau internet, mudahnya mendapatkan informasi dan melakukan
tranksaksi bisnis menggunakan Internet. Sedangkan dampak negatif adalah
munculnya kasus-kasus penipuan lewat sms, akun facebook yang dibobol, sandi atau password ATM yang mudah dibobol oleh orang yang tidak bertanggung
jawab dan bahkan penipuan terkait belanja secara online di Internet ( online
shopping ).
Terlepas
dari banyak bermunculan penipuan-penipuan dengan menggunakan teknologi terbaru
saat ini, perkembangan teknologi memberikan perubahan akan nilai yang dipegang
teguh oleh masyarakat (vested interest)
terkait berbelanja secara virtual/maya. Dahulu saat seseorang ingin melakukan
perdagangan, dipertemukan secara langsung antara pihak penyedia barang/jasa
(penjual) dengan pihak pemakai barang/jasa (pembeli). Tetapi sekarang, seseorang
yang ingin berdagang dapat dipertemukan oleh pembeli secara virtual/maya dengan
menggunakan sarana teknologi telekomunikasi yang maju seperti Telepon/HP dan
Internet. Budaya membeli oleh masyarakat umum mengalami pergesaran, di mana
seseorang tidak harus bertemu secara langsung saat melakukan perdagangan tetapi
dapat dilakukan secara virtual dengan menggunakan internet.
Dengan
terjadinya pergeseran budaya membeli yang terjadi di masyarakat umum
mengakibatkan munculnya banyak model bisnis yang berbasis internet. Model
Bisnis yang dilakukan secara virtual/maya dengan menggunakan sarana internet disebut
sebagai E-Commerce. Electronic Commerce (E-Commerce) atau yang
biasa disebut perdagangan elektronik adalah suatu proses pembelian, penjualan,
pertukaran barang dan jasa antara dua belah pihak melalui sistem elektronik
seperti internet atau televisi. E-Commerce dapat melibatkan transfer dana
elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis,
dan sistem pengumpulan data otomatis. Dengan kata lain E-Commerce adalah model
bisnis berbasis internet, yang menghubungkan secara langsung transaksi bisnis
antara pemilik barang/jasa dengan pembeli.
Di
era persaingan yang kompetitif ini, banyak perusahaan yang melakukan perubahan
besar terkait pergeseran budaya membeli. Perusahaan yang ingin bertahan di era
yang kompetitif ini akan selalu menghasilkan inovasi dalam melaksanakan
strategi bisnis. Salah satu perusahaan yang meluncurkan strategi bisnis baru
dalam menghadapi masyarakat adalah Matahari
Department Store, perusahaan ritel yang besar dan memiliki jangkauan yang
luas di Indonesia. Lippo Group yang merupakan perusahaan yang menaungi Matahari Department Store menyadari
bahwa ranah online akan tumbuh kian
pesat dan menjanjikan di masa mendatang. Menurut world bank pada tahun 2014 penduduk Indonesia mencapai 252 juta jiwa, dan pada tahun yang sama sebanyak 82
juta atau 32% dari penduduk indonesia adalah pengguna internet (Data
Kemenkominfo, 2014). Dengan pengguna internet sebanyak ini menduduki peringkat
ke-8 dunia dengan potensi E-Commerce
terbesar di dunia selain Tiongkok, India, Brasil, dan Rusia (www.techinasia.com). Melihat peluang tersebut, Lippo Grup meluncurkan
versi online Matahari Departement Store dengan nama www.mataharimall.com sejak tanggal 9 September 2015.
Lippo
Group berharap bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, versi online
Matahari ini akan menghasilkan USD 1 miliar (Rp.13 Triliun) dari segi
penjualan. Perusahaan ini juga berharap, dalam lima tahun ke depan, gabungan
bisnis ritel offline dan online mereka akan menghasilkan USD 25
miliar (Rp. 322 Triliun) yang mana 20% berasal dari online. Untuk mewujudkan target tersebut, Lippo telah mengucurkan
dana USD 500 juta (atau sekitar Rp. 6,5 Triliun) untuk mataharimall.com.
Untuk
mendukung target tersebut, mataharimall.com
memiliki manajemen sesuai untuk mewujudkan target tersebut. Pada posisi Chairman dipegang oleh Emirsyah Satar (Mantan
Direktur Utama PT. Garuda Indonesia), didampingi Vice Chairmant Rudy Ramawy (Mantan Country Director Google). Sedangkan di posisi Komisaris ada Adrian Suherman (Pendiri livingsocialindonesia.com)
dan Hadi Wena (Pendiri Zalora.com). mataharimall.com
juga memperkerjakan Arnold Sebastian Egg (Pendiri OLX.co.id) sebagai Chief of Technology Officer dan Yiping
Goh (Pendiri alldealsasia.com) sebagai Head
of Product and Technology. Dengan adanya “Manajemen Mega Bintang” dengan pengalaman dan kapabilitas di bidang
E-Commerce diharapkan mampu mendukung
www.mataharimall.com sebagai salah satu E-Commerce
terbesar dan tersukses di Indonesia.
Pengertian E-Commerce
Menurut
Triton (2006) menjelaskan bahwa E-Commerce
(Electronic Commerce) sebagai perdagangan
elektronik dimana untuk transaksi perdagangan baik membeli maupun menjual
dilakukan melalui elektronik pada jaringan internet. Keberadaan e-commerce sendiri dalam internet dapat
dikenali melalui adanya fasilitas pemasangan iklan, penjualan, dan service support terbaik bagi seluruh
pelanggannya dengan menggunakan sebuah toko
online berbentuk web yang setiap
harinya beroperasi selama 24 jam.
Sedangkan
Menurut Jony Wong (2010) E-Commerce
adalah pembelian (buying), penjualan
(selling) dan pemasaran (marketing) barang serta jasa melalui
sistem eletronik. Seperti televisi, radio dan jaringan komputer ataupun
Internet. E-Commerce meliputi
transfer dana secara eletronik, pertukaran dan pengumpulan data. Semua ditaruh
dalam sistem manajemen inventori otomatis. Perdagangan eletronik ini sudah
masuk dalam kategori industri teknologi informasi. Karena semua jenis usahanya
melibatkan aplikasi dan penerapan sistem IT.
Berdasarkan
pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa E-Commerce adalah perusahaan yang beroperasi secara online, dengan kegiatan operasional adalah
menjual, berdagang, barter, atau transaksi melalui web yang beroperasi selama 24 jam/hari.
Manfaat E-Commerce
E-commerce
memiliki beberapa manfaat, untuk Organisasi dan Konsumen yaitu:
a. Bagi Pemilik/Organisasi
E-Commerce
1.
Memperluas market place hingga ke pasar nasional
dan internasional.
2.
Dengan capital outplay yang rendah, perusahaaan
dengan mudah menemukan lebih banyak pelanggan, supplier dan partner bisnis yang
paling cocok.
3.
Menurunkan biaya
produksi, distribusi, penyimpanan dan pencarian informasi yang menggunakan
kertas.
4.
Mengurangi waktu
perputaran persediaan menjadi kas (Product
Cycle).
5.
Akses informasi
menjadi lebih cepat.
b. Bagi Konsumen
1.
Pelanggan dapat
berbelanja/bertransaksi selama 24 jam/hari di semua lokasi.
2.
Pelanggan mempunyai
banyak pilihan produk berbagai vendor.
3.
Pelanggan dapat
melakukan perbandingan produk dan jasa yang lebih murah.
4.
Pelanggan
menerima informasi relevan secara detil akan suatu produk dan jasa dalam
hitungan detik, bukan lagi hari atau minggu.
5.
Pelanggan
berinteraksi dengan pelanggan lain di electronic
community (misal: KasKus.com) dan bertukar pikiran serta pengalaman akan
suatu produk atau jasa.
Keamanan E-Commerce
Keamanan
E-Commerce yang ditawarkan untuk
menjaga data rahasia yang dimiliki oleh user atau admin. Berikut konsep dasar
keamanan E-Commerce:
1.
Security Policy
(Kebijaksanaan Keamanan)
Merupakan
paket yang mengatur pada semua kegiatan pengamanan dalam security domain. Security
domain merupakan satu set sistem komunikasi dan komputer yang dimiliki oleh
organisasi yang bersangkutan.
2.
Authorization
(Otorisasi)
Pemberian
kekuatan secara hukum dan sistem oleh perusahaan untuk melakukan segala
aktifitas yang berkaitan dengan transaksi.
3.
Accountability
(Kemampuan Mengakses)
Pemberian
akses ke personal security.
4.
A Threat
(Ancaman yang tidak diinginkan)
Ancaman
yang mungkin muncul dari seseorang yang membahayakan aset-aset yang berharga,
khususnya yang berhubungan dengan confidentiality,
integrity, availability dan legitimate
use.
5.
An Attack
(Serangan yang merupakan realisasi dari ancaman)
Terdapat
dua macam tipe serangan pada jaringan komputer: 1. Passive Attack, Monitoring segala kegiatan pengiriman informasi
rahasia yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak berhak; 2. Active Attack, Perusakan informasi yang
dilakukan dengan sengaja dan langsung mengenai sasaran.
6.
Safeguard
(Pengamanan)
Kontrol
secara fisik, mekanisme, kebijaksanaan dan prosedur yang ada untuk melindungi
informasi berharga berbagai ancaman yang mungkin muncul.
7.
Vulnerabilities
(Lubang Keamanan)
Lubang keamanan yang
memungkinkan untuk dapat ditembus.
8.
Risk
(Resiko kerugian) dan Risk Analysis
(Analisa Kerugian)
Risk adalah perkiraan nilai kerugian yang mungkin timbul
akan karena attack sukses. Sedangkan risk analysis adalah analisa keputusan
apakah pengeluaran yang dilakukan terhadap safeguard
dapat menjamin tingkat keamanan yang diinginkan.
Struktur MatahariMall.com
Infrastruktur E-Commerce pada MatahariMall.com:
a. Internet : Jaringan global yang digunakan
MatahariMall.com dalam melakukan transaksi dengan customer selama 24 jam.
b. Intranet : Jaringan milik MatahariMall.com
menggunakan teknologi Protocol Internet dan
web browser untuk keperluan dalam
perusahaan.
c. Extranet : Jaringan ini membantu MatahariMall.com
dalam melakukan transaksi bisnis dengan pihak produsen.
Selain Infrastruktur,
Aplikasi www.mataharimall.com ditunjang oleh lima pilar :
a. SDM (People)
MatahariMall.com
memiliki jajaran manajemen yang mempunyai kapabilitas dan pengalaman akan model
bisnis E-Commerce. Selain itu, didukung
129 karyawan yang bekerja untuk mataharimall.com.
Sedangkan kisaran antara 201-500 orang masih dalam proses perekrutan karyawan
baru.
b.
Peraturan/perundangan publik (Public
Policy)
Berdasarkan UU ITE
Tahun 2014, mataharimall.com
memberikan jaminan kepercayaan kepada konsumen akan keamanan dalam berbelanja online. UU ITE Tahun 2014 mengatur perlindungan
konsumen dalam bertransaksi secara online.
c. Pemasaran dan
Periklanan (Marketing and Advertisement)
Promosi besar-besaran
yang dilakukan mataharimall.com
di berbagai mass media cetak dan elektronik, baik koran, majalah, televisi
maupun iklan secara online di
internet. Promosi ini meningkatkan awareness
(kesadaran) masyarakat akan munculnya mataharimall.com.
d. Layanan Pendukung (Support and Services)
mataharimall.com memiliki metode pembayaran dengan Transfer Bank,
Kartu Kredit dan bahkan COD (Cash On
Delivery) yang dapat dilakukan di berbagai kota yang sudah ditentukan. Selain
itu mataharimall.com juga memiliki kelebihan ketimbang E-Commerce lainnya, dimana menyediakan
metode pembayaran O2O (Online to offline).
Metode pembayaran dimana konsumen dapat melakukan pembelian secara online, namun dapat membayar dan
mengambil barang di Matahari Department
Store yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. CEO Lippo, John Riady
mengklaim bahwa www.mataharimall.com merupakan Website
E-Commerce dengan model Online to Offline
pertama di Asia Tenggara.
Selain itu mataharimall.com juga menyediakan layanan pelanggan. Layanan ini
akan membantu customer dalam melakukan cara berbelanja, pembayaran maupun
pengembalian produk. Selain itu mataharimall.com
menyediakan Hotline 1500038 yang aktif selama 24 jam.
e. Kemitraan Usaha (Business Partnership)
mataharimall.com akan selalu berusaha terbuka pada setiap kesempatan
dalam melakukan kerjasama dengan pihak luar. Dalam Partnership, menggunakan sistem
revenue sharing dengan para seller,
dan akan memberikan service fee untuk
seller yang menggunakan jasa layanan
tambahan.
Klasifikasi MatahariMall.com
E-Commerce
terbagi menjadi 4 berdasarkan sifat transaksi: 1. Business to Business (B2B); 2. Business
to Consumer (B2C); 3. Consumer to
Consumer (C2C); dan 4. Consumer to
Business (C2B). Bisnis yang dilakukan mataharimall.com termasuk dalam business
to consumer (B2C) dimana pembelinya adalah perorangan dan tidak punya
tujuan untuk menjualnya kembali.
Kegiatan Usaha
MatahariMall.com
A.
Konsep Promosi
Memberikan
kemudahan konsumen untuk memenuhi kebutuhan ekonomis tanpa perlu lagi repot
untuk membeli dan mengunjungi Matahari Departement
Store di kota terdekat, sehingga menghemat waktu dan biaya customer. Selain
itu konsumen akan selalu update dalam
menerima informasi diskon dan promo yang sedang berlaku pada saat itu.
Strategi Promosi
Hadi Wenas selaku CEO mataharimall.com melakukan beberapa stategi yang dilakukan untuk
meningkatkan awareness masyarakat
umum, sebagai berikut:
o Memasang iklan dan promisi di mass media cetak
maupun media online
o Memberikan diskon promo sebesar 99% kepada customer
selama bulan September 2015 dan Super Cicilan 0% selama 12 bulan. Hadi Wenas
menjelaskan bahwa promosi yang di luar kewajaran (breakthrough, out of the box)
sebagai strategi terbaik dalam menarik warga untuk berbelanja secara online.
o Mengenalkan kepada masyarakat model berbelanja baru,
O2O (Online to Offline). mataharimall.com memberikan kebebasan kepada konsumen untuk memesan barang
yang ada di www.mataharimall.com secara online
dan dapat membayar dan mengambil barang pesanan di Matahari Departement Store terdekat. Bahkan mataharimall.com memberikan layanan kepada konsumen untuk membantu
proses pengembalian barang yang bermasalah.
Value
Proposition
Lippo grup meluncurkan Matahari Department Store secara online yaitu www.mataharimall.com. Perusahaan menawarkan model berbelanja online dengan cara yang baru, yang
dikenal sebagai Online to Offline
(O2O). Dengan model berbelanja ini diharapkan masyarakat yang mempunyai masalah
dengan waktu belanja akan menjadikan mataharimall.com sebagai solusi berbelanja secara singkat dan
efisien. Dengan munculnya Matahari
Department Store secara online kita
dapat mengetahui secara periodik informasi akan promosi dan diskon yang sedang
berlaku, dan kita mendapatkan informasi tersebut langsung dari email konsumen.
Selain menawarkan model berbelanja online “O2O”, perusahaan juga menawarkan pilihan
pembelian barang secara mencicil selama 12 bulan untuk segala macam barang yang
ada di www.mataharimall.com.
B.
Segmenting Pasar
mataharimall.com membidik pasar untuk kalangan masyarakat yang
membutuhkan efisiensi waktu dan biaya dalam berbelanja. Dengan model berbelanja
secara online dengan model Online to Offline (O2O) akan memberikan
tawaran pilihan kepada konsumen dengan berbagai diskon yang berlaku hanya dalam
satu waktu yang sama. Konsumen juga diberikan tawaran pilihan dalam melakukan
pembayaran, Transfer Bank, Kredit atau membayar tunai di Matahari Departement Store terdekat yang sebelumnya sudah dipesan
secara online.
Target
dari pelanggan mataharimall.com
adalah masyarakat umum yang hanya memiliki sedikit waktu untuk berbelanja
seperti Karyawan, Petugas Kesehatan, Pebisnis dan Pekerja yang mayoritas
waktunya digunakan untuk bekerja. mataharimall.com
adalah solusi bagi seseorang yang mempunyai kebutuhan (need & want)
berbelanja (willing to buy) dan
kemampuan membeli (ability to pay)
tetapi tidak memiliki waktu untuk berbelanja.
C.
Perspektif Masa Depan
Lippo
Group berharap bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, versi online
Matahari ini akan menghasilkan USD 1 miliar (Rp. 13 triliun) dari segi
penjualan. CEO Wakil Presiden Direktur yang merangkap sebagai CEO Matahari
Department Store berharap, dalam lima tahun ke depan, gabungan bisnis ritel offline dan online mereka akan menghasilkan USD 25 miliar (Rp. 322 triliun)
yang mana 20% berasal dari online.
D.
Analisis Pesaing
Prosentasi nilai
penjualan Ritel E-Commerce
dibandingkan dengan total ritel Indonesia hanya sebesar 0,1% – 0,7%, prosentasi
angka yang masih kecil. Pada tahun 2020 diestimasikan akan meningkat sebesar 5%,
jadi peluang pertumbuhan ritel masih sangat besar. Hal ini membuat persaingan E-Commerce yang berada di Indonesia akan
semakin kompetitif. mataharimall.com
sendiri mempunyai banyak pesaing di bisnis retail yang sama seperti: Tokopedia.com,
Bukalapak.com, BliBli.com, OLX.co.id, Rakuten.com, MNC, Lazada.com, Elevania.com
dan bahkan AliExpress yang merupakan anak perusahaan Alibaba yang ingin
mengembangkan marketplace di
Indonesia.
Untuk menghadapi
persaingan yang semakin kompetitif, Matahari
Department Store mengalokasikan dana investasi yang cukup besar kepada mataharimall.com, sebanyak USD
500 juta untuk 2-3 tahun ke depan. Matahari
Department Store berharap dengan dana investasi sebesar itu akan
meningkatkan nilai penjualan online
secara signifikan.
E.
Saluran Distribusi
Saluran distribusi yang
baik akan menunjang penjualan produk sebanyak-banyaknya dan menjadi lebih dekat
kepada konsumen. mataharimall.com
didukung lebih dari 130 gerai milik Lippo Grup yang tersebar di seluruh
Indonesia. Dengan banyaknya gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, akan
mendukung model berbelanja Online to
Offline (O2O). Dengan banyaknya gerai yang ada, dengan mudahnya konsumen
mengambil dan membayar barang yang sudah dipesan sebelumnya secara online di
gerai-gerai Matahari Departement Store
terdekat.
F.
Customer Relationship
mataharimall.com berusaha untuk menjalin relasi yang baik dengan
setiap pelanggannya. Hal ini dilakukan dengan membuka layanan hotline 1500038
yang aktif selama 24 jam kepada pelanggan. Selain itu akan selalu memberikan
informasi yang terupdate akan promosi
dan diskon yang sedang berlaku offline
di Matahari Department Store maupun online di www.mataharimall.com. Informasi yang terupdate ini diberikan langsung melalui email yang dimiliki
pelanggan. Hal ini bertujuan agar terjalin relasi yang dekat antara pelanggan
dengan Matahari untuk memberikan respon bagaimana ia berinteraksi dengan
pelanggannya.
G.
Revenue MatahariMall.com
Dengan model E-Commerce, MatahariMall.com
memiliki model dalam menghitung revenue yang dihasilkan. Menurut Hadi
Wenas, secara kasar menghitung revenue
yang didapatkan dari MatahariMall.com sebagai
berikut:
KESIMPULAN
Berdasarkan
model E-Bussiness mataharimall.com, diharapkan mampu memberikan keuntungan sebagai
berikut:
1.
Revenue Stream
baru yang lebih menjanjikan
Dengan
model bisnis E-Bussiness dari mataharimall.com memberikan revenue
stream yang lebih menguntungkan, yang tidak bisa didapatkan pada sistem
transaksi tradisional. Karena menggunakan teknologi yang bersifatnya real time dan sehingga tidak ada lagi batas jarak, ruang dan waktu,
maka dengan cepat kita dapat menerima informasi-informasi yang dibutuhkan dan
proses transaksi menjadi lebih cepat dengan biaya yang lebih murah.
2.
Meningkatkan Market Exposure ( Pangsa Pasar )
Dengan
menggunakan internet, mataharimall.com
memungkinkan untuk mempertemukan pembeli dari berbagai daerah sehingga
memperluas jangkauan market yang dapat dijangkau. Selain itu mataharimall.com memberikan keuntungan dari segi waktu dan biaya
yang efisien, sehingga akan mempertemukan pembeli yang hanya memiliki sedikit
waktu tetapi mempunyai kebutuhan (need)
dan keinginan (want) untuk berbelanja.
3.
Menurunkan Biaya
Operasional ( Operating Cost )
Dengan
model E-Bussiness dari mataharimall.com
akan mengurangi operasional cost yang
tidak bisa dilakukan pada sistem transaksi tradisional.
ACUAN
Triton, Budi Prawira. (2006). “Mengenal E-Commerce Dan Bisnis Dunia Cyber”. Yogyakarta: Argo
Publisher.
Wong, Jony. (2010). “Internet Marketing for Beginners”. Jakarta: Elex Media Komputindo.
http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/02/25/090645260/lippo-group-luncurkan-e-commerce-terbesar-di-indonesia
Diunduh pada tanggal 10 Nopember 2015.
http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/680396-matahari-mall-diklaim-tidak-akan--memakan--matahari-store
Diunduh pada tanggal 12 Nopember 2015.
http://www.infokomputer.com/2015/09/fitur/mataharimall-com-megaproyek-e-commerce-megabintang-lippo-group-megabintang/
Diunduh pada tanggal 14 Nopember 2015.
https://id.techinasia.com/lippo-group-luncurkan-mataharimall/
Diunduh pada tanggal 14 Nopember 2015.
https://id.techinasia.com/talk/hadi-wenas-mataharimall-tanya-apa-saja/
Diunduh pada tanggal 16 Nopember 2015.
https://www.bersosial.com/threads/apa-yang-salah-dengan-e-commerce-terbaru-mataharimall-com.27084/
Diunduh pada tanggal 16 Nopember 2015.


