Follow me

Senin, 23 November 2015

MatahariMall.com : Differensiasi Dalam Era Persaingan E-Commerce yang sangat kompetitif
ABSTRAK
Tujuan dari artikel ini adalah memberikan wawasan kepada publik tentang model bisnis baru yang ditawarkan oleh Matahari Departement Store berbasis internet, www.mataharimall.com. Model bisnis berbasis internet mulai marak mulai beberapa tahun ini, yang kita sebut sebagai E-Commerce. mataharimall.com sebagai pemain baru di Dunia E-Commerce menawarkan model berbelanja secara online dengan strategi yang berbeda dengan kompetitor lain di bisnis E-Commerce. Dengan model Online to Offline (O2O) memberikan kebebasan kepada konsumen untuk memesan barang secara online di www.mataharimall.com dengan tawaran pilihan pengambilan dan pembayaran barang secara tunai di Matahari Mall terdekat. Dengan keberadan Matahari Departement Store secara offline dan online www.mataharimall.com diharapkan  dalam lima tahun ke depan menghasilkan USD 25 miliar (Rp. 322 Triliun) yang mana 20% berasal dari penjualan online. Metode pengumpulan data menggunakan studi pustaka yaitu: artikel, blog dan website dari mataharimall.com. Data yang didapat dicari kebenarannya dan dianalisa  yang kemudian dituangkan dalam paper ini.
Kata kunci : E-Commerce, Online to Offline (O2O) dan www.matahari.com   

PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi sangat dramatis dalam beberapa tahun terakhir ini telah membawa dampak transformational pada berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalamnya dunia bisnis. Modern ini mulai bermunculan bisnis yang berbasis internet dan teknologinya. Salah satu bisnis yang berbasis internet adalah E-Commerce yang merupakan salah satu konsep yang cukup berkembang dalam dunia internet. Penggunaan sistem ini sebenarnya dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, produsen maupun penjual (retail). Konsep berbelanja online (online shopping) menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep berbelanja yang konvensional. Selain proses transaksi menjadi lebih cepat, berbelanja online menyediakan hampir semua barang yang dijual secara lengkap dengan harga yang relatif lebih murah ketimbang berbelanja secara konvensional.
Perkembangan teknologi memberikan dampak pada perubahan nilai-nilai yang ada di masyarakat. Tejadi pergeseran akan nilai budaya dan adat ketimuran seperti di Indonesia. Sekarang ini, dapat kita rasakan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang dipegang oleh masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan (modernisasi). Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat. Dampak positif seperti kemudahan dalam berkomunikasi lewat telepon seluler atau internet, mudahnya mendapatkan informasi dan melakukan tranksaksi bisnis menggunakan Internet. Sedangkan dampak negatif adalah munculnya kasus-kasus penipuan lewat sms, akun facebook yang dibobol, sandi atau password ATM yang mudah dibobol oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan bahkan penipuan terkait belanja secara online di Internet ( online shopping ).
Terlepas dari banyak bermunculan penipuan-penipuan dengan menggunakan teknologi terbaru saat ini, perkembangan teknologi memberikan perubahan akan nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat (vested interest) terkait berbelanja secara virtual/maya. Dahulu saat seseorang ingin melakukan perdagangan, dipertemukan secara langsung antara pihak penyedia barang/jasa (penjual) dengan pihak pemakai barang/jasa (pembeli). Tetapi sekarang, seseorang yang ingin berdagang dapat dipertemukan oleh pembeli secara virtual/maya dengan menggunakan sarana teknologi telekomunikasi yang maju seperti Telepon/HP dan Internet. Budaya membeli oleh masyarakat umum mengalami pergesaran, di mana seseorang tidak harus bertemu secara langsung saat melakukan perdagangan tetapi dapat dilakukan secara virtual dengan menggunakan internet.
Dengan terjadinya pergeseran budaya membeli yang terjadi di masyarakat umum mengakibatkan munculnya banyak model bisnis yang berbasis internet. Model Bisnis yang dilakukan secara virtual/maya dengan menggunakan sarana internet disebut sebagai E-Commerce. Electronic Commerce (E-Commerce) atau yang biasa disebut perdagangan elektronik adalah suatu proses pembelian, penjualan, pertukaran barang dan jasa antara dua belah pihak melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi. E-Commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. Dengan kata lain E-Commerce adalah model bisnis berbasis internet, yang menghubungkan secara langsung transaksi bisnis antara pemilik barang/jasa dengan pembeli.
Di era persaingan yang kompetitif ini, banyak perusahaan yang melakukan perubahan besar terkait pergeseran budaya membeli. Perusahaan yang ingin bertahan di era yang kompetitif ini akan selalu menghasilkan inovasi dalam melaksanakan strategi bisnis. Salah satu perusahaan yang meluncurkan strategi bisnis baru dalam menghadapi masyarakat adalah Matahari Department Store, perusahaan ritel yang besar dan memiliki jangkauan yang luas di Indonesia. Lippo Group yang merupakan perusahaan yang menaungi Matahari Department Store menyadari bahwa ranah online akan tumbuh kian pesat dan menjanjikan di masa mendatang. Menurut world bank pada tahun 2014 penduduk Indonesia mencapai 252 juta jiwa, dan pada tahun yang sama sebanyak 82 juta atau 32% dari penduduk indonesia adalah pengguna internet (Data Kemenkominfo, 2014). Dengan pengguna internet sebanyak ini menduduki peringkat ke-8 dunia dengan potensi E-Commerce terbesar di dunia selain Tiongkok, India, Brasil, dan Rusia (www.techinasia.com). Melihat peluang tersebut, Lippo Grup meluncurkan versi online Matahari Departement Store dengan nama www.mataharimall.com sejak tanggal 9 September 2015.
Lippo Group berharap bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, versi online Matahari ini akan menghasilkan USD 1 miliar (Rp.13 Triliun) dari segi penjualan. Perusahaan ini juga berharap, dalam lima tahun ke depan, gabungan bisnis ritel offline dan online mereka akan menghasilkan USD 25 miliar (Rp. 322 Triliun) yang mana 20% berasal dari online. Untuk mewujudkan target tersebut, Lippo telah mengucurkan dana USD 500 juta (atau sekitar Rp. 6,5 Triliun) untuk mataharimall.com.

Untuk mendukung target tersebut, mataharimall.com memiliki manajemen sesuai untuk mewujudkan target tersebut. Pada posisi Chairman dipegang oleh Emirsyah Satar (Mantan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia), didampingi Vice Chairmant Rudy Ramawy (Mantan Country Director Google). Sedangkan di posisi Komisaris ada Adrian Suherman (Pendiri livingsocialindonesia.com) dan Hadi Wena (Pendiri Zalora.com). mataharimall.com juga memperkerjakan Arnold Sebastian Egg (Pendiri OLX.co.id) sebagai Chief of Technology Officer dan Yiping Goh (Pendiri alldealsasia.com) sebagai Head of Product and Technology. Dengan adanya “Manajemen Mega Bintang” dengan pengalaman dan kapabilitas di bidang E-Commerce diharapkan mampu mendukung www.mataharimall.com sebagai salah satu E-Commerce terbesar dan tersukses di Indonesia.  
MODEL E-COMMERCE  “www.mataharimall.com
Pengertian E-Commerce
Menurut Triton (2006) menjelaskan bahwa E-Commerce (Electronic Commerce) sebagai perdagangan elektronik dimana untuk transaksi perdagangan baik membeli maupun menjual dilakukan melalui elektronik pada jaringan internet. Keberadaan e-commerce sendiri dalam internet dapat dikenali melalui adanya fasilitas pemasangan iklan, penjualan, dan service support terbaik bagi seluruh pelanggannya dengan menggunakan sebuah toko online berbentuk web yang setiap harinya beroperasi selama 24 jam.
Sedangkan Menurut Jony Wong (2010) E-Commerce adalah pembelian (buying), penjualan (selling) dan pemasaran (marketing) barang serta jasa melalui sistem eletronik. Seperti televisi, radio dan jaringan komputer ataupun Internet. E-Commerce meliputi transfer dana secara eletronik, pertukaran dan pengumpulan data. Semua ditaruh dalam sistem manajemen inventori otomatis. Perdagangan eletronik ini sudah masuk dalam kategori industri teknologi informasi. Karena semua jenis usahanya melibatkan aplikasi dan penerapan sistem IT.
Berdasarkan pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa E-Commerce adalah perusahaan yang beroperasi secara online, dengan kegiatan operasional adalah menjual, berdagang, barter, atau transaksi melalui web yang beroperasi selama 24 jam/hari.  
Manfaat E-Commerce
E-commerce memiliki beberapa manfaat, untuk Organisasi dan Konsumen yaitu:
a. Bagi Pemilik/Organisasi E-Commerce
1.    Memperluas market place hingga ke pasar nasional dan internasional.
2.    Dengan capital outplay yang rendah, perusahaaan dengan mudah menemukan lebih banyak pelanggan, supplier dan partner bisnis yang paling cocok.
3.    Menurunkan biaya produksi, distribusi, penyimpanan dan pencarian informasi yang menggunakan kertas.
4.    Mengurangi waktu perputaran persediaan menjadi kas (Product Cycle).
5.    Akses informasi menjadi lebih cepat.
b. Bagi Konsumen
1.    Pelanggan dapat berbelanja/bertransaksi selama 24 jam/hari di semua lokasi.
2.    Pelanggan mempunyai banyak pilihan produk berbagai vendor.
3.    Pelanggan dapat melakukan perbandingan produk dan jasa yang lebih murah.
4.    Pelanggan menerima informasi relevan secara detil akan suatu produk dan jasa dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau minggu.
5.    Pelanggan berinteraksi dengan pelanggan lain di electronic community (misal: KasKus.com) dan bertukar pikiran serta pengalaman akan suatu produk atau jasa.
Keamanan E-Commerce
Keamanan E-Commerce yang ditawarkan untuk menjaga data rahasia yang dimiliki oleh user atau admin. Berikut konsep dasar keamanan E-Commerce:
1.    Security Policy (Kebijaksanaan Keamanan)
Merupakan paket yang mengatur pada semua kegiatan pengamanan dalam security domain. Security domain merupakan satu set sistem komunikasi dan komputer yang dimiliki oleh organisasi yang bersangkutan.
2.    Authorization (Otorisasi)
Pemberian kekuatan secara hukum dan sistem oleh perusahaan untuk melakukan segala aktifitas yang berkaitan dengan transaksi.
3.    Accountability (Kemampuan Mengakses)
Pemberian akses ke personal security.
4.    A Threat (Ancaman yang tidak diinginkan)
Ancaman yang mungkin muncul dari seseorang yang membahayakan aset-aset yang berharga, khususnya yang berhubungan dengan confidentiality, integrity, availability dan legitimate use.
5.    An Attack (Serangan yang merupakan realisasi dari ancaman)
Terdapat dua macam tipe serangan pada jaringan komputer: 1. Passive Attack, Monitoring segala kegiatan pengiriman informasi rahasia yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak berhak; 2. Active Attack, Perusakan informasi yang dilakukan dengan sengaja dan langsung mengenai sasaran.
6.    Safeguard (Pengamanan)
Kontrol secara fisik, mekanisme, kebijaksanaan dan prosedur yang ada untuk melindungi informasi berharga berbagai ancaman yang mungkin muncul.
7.    Vulnerabilities (Lubang Keamanan)
Lubang keamanan yang memungkinkan untuk dapat ditembus.
8.    Risk (Resiko kerugian) dan Risk Analysis (Analisa Kerugian)
Risk adalah perkiraan nilai kerugian yang mungkin timbul akan karena attack sukses. Sedangkan risk analysis adalah analisa keputusan apakah pengeluaran yang dilakukan terhadap safeguard dapat menjamin tingkat keamanan yang diinginkan.
Struktur MatahariMall.com
Infrastruktur E-Commerce pada MatahariMall.com:
a. Internet     : Jaringan global yang digunakan MatahariMall.com dalam melakukan transaksi dengan customer selama 24 jam.
b. Intranet     : Jaringan milik MatahariMall.com menggunakan teknologi Protocol Internet dan web browser untuk keperluan dalam perusahaan.
c. Extranet    : Jaringan ini membantu MatahariMall.com dalam melakukan transaksi bisnis dengan pihak produsen.
Selain Infrastruktur, Aplikasi www.mataharimall.com ditunjang oleh lima pilar :
a. SDM (People)
MatahariMall.com memiliki jajaran manajemen yang mempunyai kapabilitas dan pengalaman akan model bisnis E-Commerce. Selain itu, didukung 129 karyawan yang bekerja untuk mataharimall.com. Sedangkan kisaran antara 201-500 orang masih dalam proses perekrutan karyawan baru.
b. Peraturan/perundangan publik (Public Policy)
Berdasarkan UU ITE Tahun 2014, mataharimall.com memberikan jaminan kepercayaan kepada konsumen akan keamanan dalam berbelanja online. UU ITE Tahun 2014 mengatur perlindungan konsumen dalam bertransaksi secara online.
c. Pemasaran dan Periklanan (Marketing and Advertisement)
Promosi besar-besaran yang dilakukan mataharimall.com di berbagai mass media cetak dan elektronik, baik koran, majalah, televisi maupun iklan secara online di internet. Promosi ini meningkatkan awareness (kesadaran) masyarakat akan munculnya mataharimall.com.
d. Layanan Pendukung (Support and Services)
mataharimall.com memiliki metode pembayaran dengan Transfer Bank, Kartu Kredit dan bahkan COD (Cash On Delivery) yang dapat dilakukan di berbagai kota yang sudah ditentukan. Selain itu mataharimall.com juga memiliki kelebihan ketimbang E-Commerce lainnya, dimana menyediakan metode pembayaran O2O (Online to offline). Metode pembayaran dimana konsumen dapat melakukan pembelian secara online, namun dapat membayar dan mengambil barang di Matahari Department Store yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. CEO Lippo, John Riady mengklaim bahwa www.mataharimall.com merupakan Website E-Commerce dengan model Online to Offline pertama di Asia Tenggara.
Selain itu mataharimall.com juga menyediakan layanan pelanggan. Layanan ini akan membantu customer dalam melakukan cara berbelanja, pembayaran maupun pengembalian produk. Selain itu mataharimall.com menyediakan Hotline 1500038 yang aktif selama 24 jam.
e. Kemitraan Usaha (Business Partnership)
mataharimall.com akan selalu berusaha terbuka pada setiap kesempatan dalam melakukan kerjasama dengan pihak luar. Dalam Partnership, menggunakan sistem revenue sharing dengan para seller, dan akan memberikan service fee untuk seller yang menggunakan jasa layanan tambahan.
Klasifikasi MatahariMall.com
E-Commerce terbagi menjadi 4 berdasarkan sifat transaksi: 1. Business to Business (B2B); 2. Business to Consumer (B2C); 3. Consumer to Consumer (C2C); dan 4. Consumer to Business (C2B). Bisnis yang dilakukan mataharimall.com termasuk dalam business to consumer (B2C) dimana pembelinya adalah perorangan dan tidak punya tujuan untuk menjualnya kembali.
Kegiatan Usaha MatahariMall.com
A.  Konsep Promosi
Memberikan kemudahan konsumen untuk memenuhi kebutuhan ekonomis tanpa perlu lagi repot untuk membeli dan mengunjungi Matahari Departement Store di kota terdekat, sehingga menghemat waktu dan biaya customer. Selain itu konsumen akan selalu update dalam menerima informasi diskon dan promo yang sedang berlaku pada saat itu.
Strategi Promosi
Hadi Wenas selaku CEO mataharimall.com melakukan beberapa stategi yang dilakukan untuk meningkatkan awareness masyarakat umum, sebagai berikut:
o  Memasang iklan dan promisi di mass media cetak maupun media online
o  Memberikan diskon promo sebesar 99% kepada customer selama bulan September 2015 dan Super Cicilan 0% selama 12 bulan. Hadi Wenas menjelaskan bahwa promosi yang di luar kewajaran (breakthrough, out of the box) sebagai strategi terbaik dalam menarik warga untuk berbelanja secara online.
o  Mengenalkan kepada masyarakat model berbelanja baru, O2O (Online to Offline). mataharimall.com memberikan kebebasan kepada konsumen untuk memesan barang yang ada di www.mataharimall.com secara online dan dapat membayar dan mengambil barang pesanan di Matahari Departement Store terdekat. Bahkan mataharimall.com memberikan layanan kepada konsumen untuk membantu proses pengembalian barang yang bermasalah.
o  Katalog Online yang tersedia di www.mataharimall.com selalu update.
Value Proposition
Lippo grup meluncurkan Matahari Department Store secara online yaitu www.mataharimall.com. Perusahaan menawarkan model berbelanja online dengan cara yang baru, yang dikenal sebagai Online to Offline (O2O). Dengan model berbelanja ini diharapkan masyarakat yang mempunyai masalah dengan waktu belanja akan menjadikan mataharimall.com sebagai solusi berbelanja secara singkat dan efisien. Dengan munculnya Matahari Department Store secara online kita dapat mengetahui secara periodik informasi akan promosi dan diskon yang sedang berlaku, dan kita mendapatkan informasi tersebut langsung dari email konsumen. Selain menawarkan model berbelanja online “O2O”, perusahaan juga menawarkan pilihan pembelian barang secara mencicil selama 12 bulan untuk segala macam barang yang ada di www.mataharimall.com.
B.  Segmenting Pasar
mataharimall.com membidik pasar untuk kalangan masyarakat yang membutuhkan efisiensi waktu dan biaya dalam berbelanja. Dengan model berbelanja secara online dengan model Online to Offline (O2O) akan memberikan tawaran pilihan kepada konsumen dengan berbagai diskon yang berlaku hanya dalam satu waktu yang sama. Konsumen juga diberikan tawaran pilihan dalam melakukan pembayaran, Transfer Bank, Kredit atau membayar tunai di Matahari Departement Store terdekat yang sebelumnya sudah dipesan secara online.   
Target dari pelanggan mataharimall.com adalah masyarakat umum yang hanya memiliki sedikit waktu untuk berbelanja seperti Karyawan, Petugas Kesehatan, Pebisnis dan Pekerja yang mayoritas waktunya digunakan untuk bekerja. mataharimall.com adalah solusi bagi seseorang yang mempunyai kebutuhan (need & want) berbelanja (willing to buy) dan kemampuan membeli (ability to pay) tetapi tidak memiliki waktu untuk berbelanja.

C.  Perspektif Masa Depan
Lippo Group berharap bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, versi online Matahari ini akan menghasilkan USD 1 miliar (Rp. 13 triliun) dari segi penjualan. CEO Wakil Presiden Direktur yang merangkap sebagai CEO Matahari Department Store berharap, dalam lima tahun ke depan, gabungan bisnis ritel offline dan online mereka akan menghasilkan USD 25 miliar (Rp. 322 triliun) yang mana 20% berasal dari online.
D.  Analisis Pesaing
Prosentasi nilai penjualan Ritel E-Commerce dibandingkan dengan total ritel Indonesia hanya sebesar 0,1% – 0,7%, prosentasi angka yang masih kecil. Pada tahun 2020 diestimasikan akan meningkat sebesar 5%, jadi peluang pertumbuhan ritel masih sangat besar. Hal ini membuat persaingan E-Commerce yang berada di Indonesia akan semakin kompetitif. mataharimall.com sendiri mempunyai banyak pesaing di bisnis retail yang sama seperti: Tokopedia.com, Bukalapak.com, BliBli.com, OLX.co.id, Rakuten.com, MNC, Lazada.com, Elevania.com dan bahkan AliExpress yang merupakan anak perusahaan Alibaba yang ingin mengembangkan marketplace di Indonesia.
Untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, Matahari Department Store mengalokasikan dana investasi yang cukup besar kepada mataharimall.com, sebanyak  USD 500 juta untuk 2-3 tahun ke depan. Matahari Department Store berharap dengan dana investasi sebesar itu akan meningkatkan nilai penjualan online secara signifikan.
E.  Saluran Distribusi
Saluran distribusi yang baik akan menunjang penjualan produk sebanyak-banyaknya dan menjadi lebih dekat kepada konsumen. mataharimall.com didukung lebih dari 130 gerai milik Lippo Grup yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan banyaknya gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, akan mendukung model berbelanja Online to Offline (O2O). Dengan banyaknya gerai yang ada, dengan mudahnya konsumen mengambil dan membayar barang yang sudah dipesan sebelumnya secara online di gerai-gerai Matahari Departement Store terdekat.
F.   Customer Relationship
mataharimall.com berusaha untuk menjalin relasi yang baik dengan setiap pelanggannya. Hal ini dilakukan dengan membuka layanan hotline 1500038 yang aktif selama 24 jam kepada pelanggan. Selain itu akan selalu memberikan informasi yang terupdate akan promosi dan diskon yang sedang berlaku offline di Matahari Department Store maupun online di www.mataharimall.com. Informasi yang terupdate ini diberikan langsung melalui email yang dimiliki pelanggan. Hal ini bertujuan agar terjalin relasi yang dekat antara pelanggan dengan Matahari untuk memberikan respon bagaimana ia berinteraksi dengan pelanggannya.
G. Revenue MatahariMall.com
Dengan model E-Commerce, MatahariMall.com memiliki model dalam menghitung revenue yang dihasilkan. Menurut Hadi Wenas, secara kasar menghitung revenue yang didapatkan dari MatahariMall.com sebagai berikut:


KESIMPULAN
Berdasarkan model E-Bussiness mataharimall.com, diharapkan mampu memberikan keuntungan sebagai berikut:
1.    Revenue Stream baru yang lebih menjanjikan
Dengan model bisnis E-Bussiness dari mataharimall.com memberikan revenue stream yang lebih menguntungkan, yang tidak bisa didapatkan pada sistem transaksi tradisional. Karena menggunakan teknologi  yang bersifatnya real time dan sehingga tidak ada lagi batas jarak, ruang dan waktu, maka dengan cepat kita dapat menerima informasi-informasi yang dibutuhkan dan proses transaksi menjadi lebih cepat dengan biaya yang lebih murah.
2.    Meningkatkan Market Exposure ( Pangsa Pasar )
Dengan menggunakan internet, mataharimall.com memungkinkan untuk mempertemukan pembeli dari berbagai daerah sehingga memperluas jangkauan market yang dapat dijangkau. Selain itu mataharimall.com memberikan keuntungan dari segi waktu dan biaya yang efisien, sehingga akan mempertemukan pembeli yang hanya memiliki sedikit waktu tetapi mempunyai kebutuhan (need) dan keinginan (want) untuk berbelanja.
3.    Menurunkan Biaya Operasional ( Operating Cost )
Dengan model E-Bussiness dari mataharimall.com akan mengurangi operasional cost yang tidak bisa dilakukan pada sistem transaksi tradisional.
  
ACUAN
Triton, Budi Prawira. (2006). “Mengenal E-Commerce Dan Bisnis Dunia Cyber”. Yogyakarta: Argo Publisher.
Wong, Jony. (2010). “Internet Marketing for Beginners”. Jakarta: Elex Media Komputindo.
https://id.techinasia.com/lippo-group-luncurkan-mataharimall/ Diunduh pada tanggal 14 Nopember 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar